Kala itu saya sempat menangani sebuah kasus perdata tepatnya masalah ketenaga kerjaan, meskipun saya bukan seorang pengacara tapi saya saat itu bekerja sebagi asisten pengacara, mungkin bisa juga disebut sebagai paralegal, meskipun lisennya belum keluar.
Menjadi paralegal bukanlah pekerjaan yang berat, tapi sebuah pelajaran yang mahal. Sebagai lulusan pendidikan Agama Islam, tentu permasalahan hukum menjadi hal yang baru, tapi saya nikmati saja, mengingat menjadi "super hero" ternyata memang menyenangkan.
Bertemu dengan lawan pengacara, hal pertama yang saya tahu di awang-awang saat itu ya kita akan perang argumen dan perang data, dan itu memang terjadi, tapi berjalannya waktu perang itu hanya sebuah strategi untuk meyakinkan hakim bahwa data kita lebih benar dan akurat. Kala itu masih bersama mediator sih, belum sama Hakim, tapi seru juga.
Serunya menjadi pembela itu jika yang kita bela bisa mendapatkan haknya, karena prinsip dari Tim pengacara kami bukan kemenangan, tapi mendapatkan hak yang selayaknya diterima. Salah jika dari awal kita katakan bahwa kasus ini kita pasti menang, meskipun ada juga klien yang mengatakan, ngapain pake pengacaara kalau tetep kalah. Nah disitulah yang harus kita berikan pengetahuan kepada klien, bukan masalah menang dan kalah, tapi masalah porsi yang seharusnya didapatkan.
Buah Pikiran dan Uneg-uneg
Related Post
Menangani Kasus PerdataKala itu saya sempat menangani sebuah kasus perdata tepatnya masalah ketenaga kerjaan, meskipun saya bukan seorang penga…
Entri Populer
-
Siapa yang tidak kenal semut orange di ibukota kita ini, pasukan orange setiap hari menyisiri jalanan meski panas matahari menyengat ku...
-
Mengutip tulisan pak munif chatib selaku pencetus sekolahnya manusia, gurunya manusia, orang tuanya manusia dan semoga segera rilis ka...
-
Setiap orang pasti meyakini, kalau dunia ini pasti berputar, dan akan mengalami masa-masa penting dalam menghadapi rintangan-rintangan ...
-
Dalam Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 disebutkan bahwa “fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara”. Maka secara tidak langsu...
-
Baru sempat saya menuliskan cerita seru tapi saru saat mudik lebaran kemaren, iaaa kemaren, serius lebaran kemaren, gak o o ng kok, benera...
0 Komentar untuk "Menangani Kasus Perdata"
Bagaimana Pendapatmu? Silahkan isi komentarmu. Terimakasih